Tips Sukses Bisnis di Tengah Inovasi Disruptive

  • Whatsapp

Saat ini inovasi disruptive jadi perbincangan hangat di dunia bisnis khususnya. Bagi yang penasaran apa itu inovasi disruptive maka harus paham dulu disruptive adalah kata yang berarti mengganggu. Untuk ulasan lengkapnya baca tulisan dibawah ini ya

Bagi generasi yang lahir sebelum tahun 90an tentu tidak asing dengan disket. Disket merupakan tempat penyimpanan file yang berbentuk kotak yang berukuran cukup besar. Kala itu, banyak yang kagum karena benda tersebut bisa menyimpan file dan dibuka di komputer lainnya. Sayangnya adanya disket tidak bertahan lama karena tergantikan dengan flasdisk.

Bentuknya yang cukup kecil dan bisa menyimpan lebih banyak file membuatnya menggantikan posisi disket. Sekarang flasdisk sendiri sudah mulai jarang digunakan. Adanya penyimpanan online seperti dropbox, google drive dan lainnya tidak perlu membutuhkan benda untuk menyimpan file. Selama perangkat terhubung internet file bisa dibuka dimana saja tanpa membutuhkan alat penyimpanan.

Dari gambaran singkat diatas, sebenarnya kehadiran inovasi baru akan menggantikan teknologi lama yang sudah tidak relevan dengan jaman. Dengan kata lain teknologi mampu menjadi disruptive serta mematikan usaha atau bisnis jika tidak mau berubah dan berinovasi

Pengertian Inovasi Disruptive

Sebelum lebih jauh membahas tentang pengertian inovasi disruptive maka harus tahu dulu apa itu disruptive.

Disruptive adalah kata yang sering digunakan dalam dunia bisnis yang berarti mengganggu. Mengganggu disini maksudnya akan menggantikan sesuatu yang lama dengan yang baru.

Sedang inovasi disruptive adalah Inovasi yang bisa menggangu pasar yang sudah ada karena teknologi terbaru menggantikan teknologi yang dipakai sebelumnya.

Conton inovasi disruptive misalnya disket digantikan flasdisk, sedangkan flasdisk digantikan google drive.

Dengan cepatnya perkembangan teknologi khususnya, inovasi disruptive ini menjai ancaman bagi perusahaan atau bisnis yang yang tidak dapat bersaing. Untuk itu agar dapat bertahan perlu tips khusus agar bertahan dengan inovasi disruptive.

Jenis Inovasi Disruptive

Ada dua jenis inovasi disruptive yaitu :

Inovasi pasar kelas bawah

Pada inovasi ini mengandalkan hubungan timbal balik antara produsen dan konsumen. Sayangnya pada inovasi ini konsumen sering diabaikan karena memiliki keinginan yang berbeda.

Inovasi Pasar Baru

Inovasi ini menghasilkaan barang atau jasa baru yang akan bersaing dengan produk lama yang sudah ada. Produk baru menaarkan beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk lama. Ada dua kemungkinan yang terjadi dipasaran selanjutnya. Bisa saja produk di tolak oleh pasar atau sebaliknya para konsumen menggunakan produk ttersebut dan lama- lama menggantikan produk lama.

Cara Sukses Bisnis pada Inovasi Disruptive

Dengan banyaknya persaingan ditambah lagi cepatnya perkembangan teknologi maka pengusaha harus mampu beradaptasi agar sukses berbisnis.

Berikut beberapa tips bagi perusahaan dalam inovasi disruptive antara lain :

1. Pahami Tren

Untuk tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan, maka pengusaha harus memahami tren yang sedang terjadi. Misalnya berubah tidak tren yang ada di pasaran. Jika ada perubahan maka harus cepat mempersiapkan untuk beradaptasi dan mengantisipasinya.

2. Berpikir kreatif

Masih ingat konsep ATM kan? Amati Tiru dan Modifikasi. Dalam bisnis agar apa yang ditawarkan ke pasar memilki perbedaan dan keunikan harus mampu melakukan ATM. Sehingga barang atau jasa yang dihasilkan berbeda dengan yang sudah ada. Kalau perlu harus berpikir out of the box  sehingga menemukan sesuatu yang baru atau memiliki keunggulan lain sebagai kunci untuk bertahan ditengah inovasi disruptive.

3. Berinovasi

Perusahaan yang tetap mempertahankan cara lama ditengah inovasi disruptive lambat laun akan mengalami kemunduran. Agar tetap bertahan, maka inovasi harus terus dilakukan agar dapat bersaing dengan kompetitornya dan meraih keuntungan tentunya.

4. berkolaborasi

Dahulu untuk bertahan maka harus bersaing dengan kompetitor. SEkarang ini jaman telah berubah, bukan lagi berkompetisi tapi harus berkolaborasi. DEngan berkolaborasi perusahaan lebih efektif, efisien serta berpikir terbuka dalam menerima perubahan jaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *